Kamis, 04 November 2010

Subjunctive with “would rather” (1)

1). Present simple (sekarang)

A. Explanation
Ini digunakan untuk menyatakan KELEBIHSUKAAN terhadap sesuatu yang berlawanan dengan yang terjadi pada waktu sekarang, walaupun itu semua hanya sebatas harapan hampa saja, karena memang hal itu tidak terjadi pada waktu sekarang, seperti yang diharapkan itu, hanya mengandaikan saja.
Untuk menyataka hal yang terjadi, yang jika dalam kalimat sebenarnya digunakan verb- 1; seperti DO/DOES dan sejenisnya (ENJOY/ENJOYS, STUDY/STUDIES, VISIT/VISITS, GO/GOES DAN SEE/SEES), maka dalam kalimat subjunctive-nya atau ‘WOULD RATHER-nya  ini dipakaliah bentuk lampau; yaitu ‘DID’ dan sejenisnya {ENJOYED, STUDIED, VISITED, WENT dan SAW) di depan Subject 2, atau sesudah kata ‘WOULD RATHER’.
Untuk to be; (AM, ARE, IS +NV=Non Verb) pada waktu SEKARANG, pada kalimat SEBENARNYA, maka pada kalimat ini digunakan bentuk LAMPAU yaitu hanya ’WERE+NV=Non Verb’ saja, bukan yang lain.

B). Pattern/Rumus
 Subject 1+ WOULD RATHER + subject 2 + VERB-2+adverb of time (present/sekarang)
Subject 1+ WOULD RATHER + subject 2 + WERE +adverb of time (present/sekarang)

C). Examples:
FACT: Study tour COSTS too much for us.)
(Faktanya: Study tour itu BIAYA terlalu banyak bagikita.)
KELEBIHSUKAAN: I WOULD RATHER Study tour DIDN’T COST too much for us.
PENGHARAPAN: Saya LEBIH SUKA JIKA SAJA Study tour itu TIDAK BERBIAYA terlalu banyak bagi kita.

FACT: The teacher GIVES difficult test now.
Faktanya: Guru MEMBERI soal-soal ulangan yang sulit sekarang.
WOULD RATHER: The students WOULD RATHER the teacher DIDN’T GIVE difficult test now.
PENGANDAIAN: Para siswa LEBIH SUKA JIKA SAJA guru TIDAK MEMBERI soal-soal ulangan yang sulit sekarang.

FACT: Merapi Mountain EXPLODES now.)
(Faktanya: Gunung Merapi meletus sekarang.)
WOULD RATHER: I WOULD RATHER Merapi Mountain DIDN’T EXPLODE now.
PENGHARAPAN: Saya LEBIH SUKA MISALNYA SAJA Gununug Merapi itu TIDAK MELETUS sekarang.

FACT: You DO NOT TALK about your problem.)
(Fakta: Anda TIDAK MENGATAKAN masalah anda.)
WOULD RATHER: I WOULD RATHER you TALKED about your problem.
PENGHARAPAN: Saya LEBIH SUKA SEUMPAMA Anda MENGATAKAN masalah Anda.

FACT: The little boy IS careless.)
(Faktanya: Anak kecil itu ceroboh.)
WOULD RATHER: Father WOULD RATHER the boy WERE not careless.
PENGHARAPAN: Ayah LEBIH SUKA SEANDAINYA SAJA anak kecil itu TIDAK ceroboh.

Rabu, 03 November 2010

Subjunctive with “as if/as though” (4, habis)

a. Explanation

Ini digunakan untuk menyatakan pengandaian/imajinasi/harapan/lamunan pada waktu yang akan datang, walaupun pembicara/penulis sadar betul bahwa itu semua hanya sebatas harapan hampa saja, karena memang hal itu tidak akan pernah terjadi seperti yang diharapkan itu, hanya mengandaikan saja.
Untuk menyatakan hal yang akan datang, yang jika dalam kalimat biasa/nyata digunakan modal- 1; seperti will dan teman-temannya (can, shall, may), maka dalam kalimat subjunctive-nya atau ‘as if/as though’-nya ini dipakai bentuk lampau; yaitu ‘would’ dan sejenisya (could, should, might) di depan subject 2, atau sesudah kata ‘as if/as though’.
Untuk to be; (am, are, is) pada waktu yang akan datang, pada kalimat sebenarnya, maka pada kalimat ini digunakan bentuk lampau yaitu hanya ’were’ saja, bukan yang lain.
Kesimpulan; Jika pada kalimat sebenarnya/keadaan sebenarnya itu dalam keadaan future/yang akan datang, maka dalam keadaan pengandaian ‘as if/as though’nya itu past future/lampau.

3). Future
As if/As though+Subject + would + V-1
Subject + would be +NV

Examples:
FACT: She WILL be here.
Faktanya: Dia mau ke sini.
AS THOUGH: She spoke as though she WOULDN’T be here.
AS THOUGH: Dia ngomong seolah-olah dia tidak mau ke sini.

FACT: Sherly WILL NOT come here.
Faktanya: Sherly TIDAK AKAN datag ke sini.
AS IF: Sherly spoke as if she WOULD come here.
AS IF: Sherly berkata seakan-akan dia akan datang ke sini.

FACT: Ardan IS GOING TO be here.
Faktanya: Dia AKAN ke sini.
AS THOUGH: Ardan spoke as though he WERE NOT GOING TO be here.
AS THOUGH: Ardan bilang seolah-olah dia TIDAK AKAN ke sini.

FACT: I AM NOT GOING TO come here.
Faktanya: Saya TIDAK AKAN datag ke sini.
AS IF: I said as if I WERE GOING TO come here.
AS IF: Saya berkata seakan-akan saya AKAN datang ke sini.

Selasa, 02 November 2010

Subjunctive with “as if/as though” (3)

3). Prsent Perfect

a. Explanation
Ini digunakan untuk menyatakan pengandaian/imajinasi/harapan/lamunan pada waktu sejak dulu sampai sekarang, menyatakan sesuatu yang telah terjadi atau belum terjadi sampai sekarang ini/sampai dibicarakan itu
Untuk menyatakan hal yang telah terjadi pada waktu lampau sampai sekarang, yang jika dalam kalimat biasa/nyata digunakan HAVE/HAS+V-3; seperti HAVE/HAS DONE dan teman-temannya (HAVE/HAS+ENJOYED, STUDIED, VISITED, GONE dan SEEN), maka dalam kalimat subjunctive-nya atau ‘AS IF/AS THOUGH’-nya ini dipakai bentuk PAST PERFECT; yaitu ‘HAD DONE’ dan sejenisnya {(HAVE/HAS+ENJOYED, STUDIED, VISITED, GONE dan SEEN ) di depan subject-2, sesudah ’AS IF/AS THOUGH.
Untuk to BE; (HAVE/HAS+BEEN+NV=Non Verb/bukan kata kerja) pada waktu lampau, pada kalimat yang sebenarnya, maka pada kalimat subjunctive ini digunakan bentuk lebih lampau yaitu: HAD BEEN+NV=Non Verb.

b). Bentuk
Present Perfect
Subject 1+ have/has+verb3 + as if+ subject 2 + had verb- 3.
Subject 1+ have/has+been+NV + as if+ subject 2 + had been NV.

Subject 1+ have/has +verb3 + as though + subject 2 + had +verb- 3.
Subject 1+ have/has3 + as though + subject 2 + had +been+NV

c. Examples:
FACT: He HAS MET her.
Faktanya: Dia telah bertemu dengannya.
AS IHOUGH: He acted as though he HAD never MET her.
AS THOUGH: Dia berlagak seolah-olah dia belum pernah bertemu dengannya.

FACT: We HAVEN’T KNOWN each other all of our lives.
Kenyataanya: Kita belum saling kenal selama hidup.
AS IF: After talking to each other for only a short timr, we felt as if we HAD KNOWN each other for the whole life.
AS IF: Setelah ngobrol sebentar saja, kita merasa seakan-akan kita telah saling kenal sejak lahir.

Senin, 01 November 2010

GERUND/DENGAN: GO+V-ING (3, habis)

VI. Gerund dengan menggunakan kata ‘go+verb-ing’

Jika dalam sebuah kalimat itu ada kata yang konotasinya ‘RECREATIVE’=kegiatan yang MENYENANGKAN, dan dilakukan DI LUAR RUMAH, maka sebelum kata itu harus didahului dengan kata ‘GO’ atau kata jadiannya yang lain; GOES, GOING, WENT, GONE, sesuai dengan tenses/waktu terjadinya kegiatan itu, sedangkan kata kerja yang bermakna recreative itu harus dibendakan dengan menambahkan –ing di belakangnya.
Kata yang konotasinya ‘RECREATIVE’=kegiatan yang menyenangkan, dan dilakukan di luar rumah itu adalah: GO BIRDWATCHING=berburu/mencari burung, GO BOATING=berolah raga dayung, GO BOWLINGE=berolahraga bowling, GO CAMPING=berkemah, GO CANOING=berolah raga sampan/perahu lesung, GO DANCING=menari, GO FISHING=mencari ikan/mincing/menangkap ikan, GO HIKING=bepergian berjalan kaki, GO HUNTING=berburu binatang liar selain burung, GO JOGGING=berolah raga lari-lari kecil, GO MOUNT CLIMBING=mendaki gunung, GO RUNNING=berolah raga lari, GO SAILING=berolah raga perahu, GO SHOPING=berbelaja, GO SIGHTSEEING=melihat=lihat pemandangan, GO SKATING=bermain sepatu skate, GO SKIING=berolah raga ski, GO SLEDDING=naik kereta lucur, GO SWIMMING=berenang, GO TOBOGGANING=bermain/berolah raga kereta luncur, GO WINDOW SHOPPING=melihat-lihat barang-barang yang dijual di toko-toko/swalayan/department store/pasar raya/pasar tradisional:
Examples:
 One of the boyscots’ activities is going camping.
 Camping=gerund, aslinya camp+-ing, karena ada kata ‘CAMP’=BERKEMAH adalah konotasinya ‘RECREATIVE’
 Do you sometimes go shopping on Sundays?
 Shopping=gerund, aslinya shop+ing, aslinya shop+ing, karena ada kata ‘SHOP’=BERBELANJA adalah konotasinya ‘RECREATIVE’
 We went fishing yesterday.
 Fishing=gerund, aslinya fish+-ing, karena ada kata ‘FISH’=MEMANCING adalah konotasinya ‘RECREATIVE’
 Fred suggested going skiing in the mountains this weekend.
 Skiing=gerund, aslinya skii+ing, ‘SKI’=BERMAI SKI adalah konotasinya ‘RECREATIVE’
 Please tell me your plan about going swimming tomorrow.
 Swimmig=gerund, aslinya swim+-ing, karena ada kata ‘SWIM’=BERENANG adalah konotasinya ‘RECREATIVE’