Rabu, 27 Oktober 2010

SUBJUNCTIVE WITH ‘IF ONLY’ (3)

SUBJUNCTIVE WITH ‘IF ONLY’ (3)

III). Past Simple (lampau)

A. Explanation
Ini digunakan untuk menyatakan pengandaian/imajinasi/harapan/lamunan pada waktu lampau, atau juga bisa untuk menyesali sesuatu yang telah terjadi/menyesali karena tidak terjadi, walaupun pembicara/penulis sadar betul bahwa itu semua hanya sebatas harapan hampa saja, karena memang hal itu tidak terjadi pada waktu lampau, seperti yang diharapkan itu, hanya mengandaikan saja.
Untuk menyatakan hal yang telah terjadi pada waktu lampau, yang jika dalam kalimat biasa/nyata digunakan VERB-2; seperti DID dan teman-temannya (enjoyed, studied, visited, went dan saw), maka dalam kalimat subjunctive-nya dengan ‘IF ONLY’-nya ini dipakai bentuk past perfect; yaitu ‘HAD DONE’ dan teman-tamannya {had enjoyed, had studied, had visited, had gone dan had seen) di depan Subject.
Untuk to be; (WAS/WERE+NV=Non Verb/bukan kata kerja) pada waktu lampau, pada kalimat senyatanya, maka pada kalimat subjunctive ‘if only’ ini digunakanlbentuk PAST PERFECT atau lebih lampau: HAD BEEN+NV=Non Verb.
Kesimpulan; Jika pada kalimat senyatanya/keadaan sebenarnya itu dalam keadaan past simple/lampau, maka dalam keadaan pengandaian ‘if only’nya itu past perfect.

B. PATTERN:
IF ONLY +Subject 1+ had+V3.
(REALITY: Subject +Verb-2)
IF ONLY +Subject 1+ had+been+NV.
(REALITY: Subject + were +NV)

C. EXAMPLES:
 IF ONLY: If only my mother had had more time last night.
 (Seandainya ibuku sudah mempunyai banyak waktu tadi malam.)
 REALITY: She didn’t have more time last night.
 (Kenyataannya: Beliau tidak mempunyai lebih banyak waktu tadi malam.)

IF ONLY: If only he had not been absent yesterday.
(Pengandaian: Seandainya dia tidak absent kemarin.)
REALITY: He was absent. (Dia absen)
(He was not present. (Dia tidak hadir)

IF ONLY: If only he had come last night.
(Seandainya dia datang tadi malam)
REALITY: He didn’t come last night.
(Kenyataanya: Dia tidak datang tadi malam.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar